Banyak CEO atau anggota dewan yang selalu berusaha untuk mengadakan perubahan lebih baik pada perusahaan mereka. Perpaduan kepemimpinan yang tepat sangat dibutuhkan dalam mentranformasi organisasi.

Tentu saja faktor-faktor penting untuk mengubah organisasi dari atas ke bawah bukan hal mudah dan agak mengerikan pada awalnya. Tapi hal tersebut membuat perbedaan besar apakah para eksekutif dalam sebuah organisasi dapat terinspirasi, menolak atau benar-benar menentang perubahan.

Kepemimpinan Yang Tepat Sangat Dibutuhkan

Tugas seorang pemimpin adalah membuat orang-orang yang terlibat di dalam organisasi menyadari bahwa perubahan adalah untuk kebaikan yang lebih besar. Dalam hal ini, sebuah karisma bisa sangat membantu untuk mewujudkan hal tersebut. Tapi tentu itu saja belumlah cukup.

Ada sejumlah aspek yang digabungkan untuk membuat kepemimpinan yang cukup kuat untuk memengaruhi perubahan di dalam organisasi tertentu.

Menginspirasi karyawan untuk bekerja melebihi ekspektasi adalah yang paling penting, dan ini disebut kepemimpinan transformasional.

Tetapi kita juga tahu bahwa dalam organisasi, keputusan sulit perlu dibuat. Oleh karena itu pemimpin juga harus menggunakan kepemimpinan instrumental, yang mencakup hal-hal seperti kemampuan mengalokasikan sumber daya dan anggaran dengan benar serta membuat keputusan SDM yang sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk masa depan.

Kepemimpinan transformasional

Pemikiran manajemen awal difokuskan pada pendekatan klasik dalam menggunakan insentif untuk mendapatkan hasil. Peneliti dari bidang sosiologi dan ilmu politik memperkenalkan gagasan kepemimpinan transformasional, atau gagasan bahwa pemimpin dan pengikut perlu diselaraskan pada motivasi dan nilai-nilai untuk mendapatkan hasil terbaik.

James MacGregor Burns merevolusi bidang manajemen dengan bukunya tahun 1978 “Transforming Leadership”. Dia menulis bahwa sangat penting untuk dapat melampaui kepentingan pribadi dalam bekerja menuju kebaikan yang lebih besar.

Peneliti kepemimpinan terbentuk dari pekerjaan sebelumnya dan memecah kepemimpinan transformasional menjadi empat komponen.

  1. Pengaruh yang Diidealkan. Yang pertama adalah apa yang kita sebut karisma, dan untungnya, bertentangan dengan apa yang diyakini sebagian orang, penelitian telah menunjukkan bahwa ini dapat dipelajari.
  2. Motivasi inspiratif. Area ini adalah tempat orang mendapatkan makna dan nilai dari pekerjaan mereka.
  3. Stimulasi intelektual. Merupakan sumber kreativitas dalam organisasi.
  4. Pertimbangan individual. Ini memerlukan perhatian pada kebutuhan individu rekan kerja.

Empat hal tersebut di atas merupakan kompetensi dan keterampilan yang membuat pengikut merasa bahwa pemimpin mereka benar-benar peduli tentang mereka, bahwa kebutuhan mereka dipertimbangkan dan bahwa mereka merasa dengan cara tertentu mereka dapat membantu perusahaan dan berkontribusi kepada masyarakat.

Saat ini, makna dan tujuan sebagai bagian dari pekerjaan seseorang menjadi lebih penting dari sebelumnya, baik untuk sumber daya manusia dan retensi karyawan, tetapi juga bagi perusahaan untuk mendapatkan lisensi diam-diam untuk beroperasi di masyarakat.

Kepemimpinan instrumental

Kepemimpinan transformasional telah menjadi kontribusi besar bagi para pemimpin di mana pun, tetapi itu sendiri tidak dapat mengubah organisasi. Hal tersebut kerena kekurangan satu bagian penting, yakni: kepemimpinan instrumental.

Para pemimpin harus secara bersamaan membentuk hubungan emosional dengan karyawan mereka. Selain itu kepeminpinan yang tepat akan merangsang kreativitas mereka dan menghubungkan visi strategis dengan keputusan organisasi yang dapat membantu mencapai tujuan mereka.

Kepemimpinan transformasional memang fantastis. Akan tetapi begitu pemimpin tahu ke mana tujuan organisasi mereka, sering kali berarti ada bagian-bagian tertentu dari bisnis dan orang-orang tertentu tidak akan ikut serta. Jadi, para pemimpin juga harus dapat membuat keputusan yang sulit yang selaras dengan minat inti bisnis dan ini tidak selalu melibatkan inspirasi atau karisma.

Pemimpin harus tetap peka dengan apa yang terjadi dalam realisasi, baik di dalam maupun di luar organisasi, dan tidak hanya menyampaikan dan melaksanakan “visi” secara membabi buta. Meskipun tidak semenarik menetapkan visi dan menjadi karismatik atau menjadi mentor dan motivator yang hebat, kepemimpinan instrumental sangat penting agar kegiatan yang berkaitan dengan visi dan strategi memiliki makna yang nyata untuk memastikan bahwa perusahaan tetap ‘on-track’.

Kepemimpinan instrumental berfokus pada “apa” dan “bagaimana” kepemimpinan dan detail seluk-beluknya. Ini memiliki dua komponen utama:

  1. Kepemimpinan strategis. Ini terdiri dari pemahaman lingkungan organisasi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya. Ini juga mencakup perumusan dan implementasi strategi – mengembangkan program dan kebijakan taktis untuk mendukung visi organisasi dan menetapkan tujuan dan sasaran organisasi secara spesifik.
  2. Memberikan dukungan penuh. Ini membantu yang dipimpin dalam mencapai tujuan mereka melalui klarifikasi tentang cara menuju ke sana dan memberikan informasi dan sumber daya yang diperlukan. Ini juga memerlukan pemantauan hasil kinerja pengikut dan memperbaiki kesalahan dengan cara yang konstruktif.

Campuran yang tepat

Dalam era transformasi digital sekarang ini organisasi semakin dinamis dan banyak yang melakukan perubahan. Hal tersebut semata-mata dilakukan untuk beradaptasi dengan perkembangan yang semakin pesat dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu kepemimpinan transformasional harus dilengkapi dengan kepemimpinan instrumental untuk benar-benar membawa perubahan. Kepemimpinan yang tepat memerlukan pemahaman adanya hubungan sebab dan akibat antara apa yang dilakukan pemimpin dan apa hasilnya untuk organisasi.

Pada saat yang sama, para pemimpin dan yang dipimpin harus memiliki kesepakatan tentang apa yang mereka yakini sebagai tujuan mereka yang berarti untuk melayani pemangku kepentingan, pemegang saham, dan masyarakat.

Pin It on Pinterest