Pemasaran menggunakan video sosial memainkan aspek terpenting dari sifat dasar manusia. Dengan “story telling” yang terbukti sebagai cara branding produk yang lebih efektif untuk brand loyalty.

Selalu terdapat seni dalam bidang apapun, termasuk digital marketing. Dimana video viral adalah tentang angka, video sosial adalah semua aspek tentang keterkaitan emosional dan percakapan. Video sosial dapat menjadi viral jika mengandung unsur kejutan dan emosional yang positif, seperti mendatangkan tawa, kekaguman, atau membuat pemirsa terharu.

3 Alasan Kenapa Video Sosial Sebagai Cara Branding Produk Yang Efektif

Disini, kita akan menjelaskan tiga alasan utama mengapa pemasaran video sosial merupakan cara branding produk yang bagus. 

Koneksi emosional mendorong loyalitas merek

Telah terbukti secara ilmiah bahwa koneksi emosional membangun loyalitas dan mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut Psychology Today, pemaparan Resonansi Magnetik Fungsional (functional Magnetic Resonanace Imaging), atau pRMF (fMRI),  penggambaran neuro menunjukkan bahwa beberapa area otak menyala  saat orang menggunakan emosi disaat membuat keputusan pembelian. Artikel tersebut menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan bias : tiga lawan satu untuk membeli produk berdasarkan respon emosional terhadap iklan dibandingkan dengan pemirsa yang tidak merasakan ikatan emosional.

Dengan membuat konten video yang benar-benar memanfaatkan kekuatan respons emosional, kita dapat lebih mendorong loyalitas merek dan pembelian daripada merek lain.

Beberapa contoh bagus termasuk seri iklan Liberty Mutual “Pay it Forward” atau iklan “Google Seeds” untuk Google Glass. Kedua iklan ini bermerek, namun bermain lebih seperti cerita pendek yang tulus daripada iklan tradisional. Tidak ada harga atau penjualan yang diiklankan, hanya benang cerita tulus yang menarik penonton masuk.

Koneksi emosional merupakan salah satu faktor cara branding produk yang efektif untuk mempertahankan ingatan pada diri seseorang dan juga meningkatkan prioritas saat mereka mengambil keputusan untuk membeli sesuatu.

Hubungan emosional menciptakan kepercayaan.

Sama seperti hubungan emosional yang mendorong loyalitas merek,  akan membantu juga untuk membangun kepercayaan. Bagian dari kepercayaan itu, seperti pada contoh sebelumnya, bukanlah untuk mendorong merek Anda tapi untuk berbagi konteks emosional dari pesan yang disampaikan.

Seperti yang dijelaskan di sebuah artikel Harvard Business Review menunjukkan, Anda ingin membuat respon emosional secara maksimum dan menunjukan merek secara minimal. Penggunaan merek yang berat dapat menyebabkan banyak pemirsa mengabaikan konten sebagai spam.

Contoh bagus dari seri bermerek minimal adalah video “Campaign for Real Beauty” untuk Dove. Dove melakukan cara branding produknya dengan menyatukan wanita di bawah penyebab umum agar melihat keindahan unik mereka. Wanita sering berjuang dengan citra diri yang buruk. Satu seri video “Beauty SKetches” yang sangat menarik meminta wanita untuk menggambarkan diri mereka sendiri pada seorang seniman sketsa, sebelum mengungkapkan kepada kamera dan artis seperti apa mereka sebenarnya.

Kontrasnya yang mencolok membantu menghilangkan epidemi harga diri yang rendah dan menyatukan wanita dalam pesan emosional yang kuat tentang mencintai kecantikan mereka yang unik.

Ini adalah cara yang bagus untuk menghubungkan pesan perusahaan yang kuat dengan pengaruh sosial. Dengan melancarkan kampanye seperti yang dilakukan Dove, kita dapat meningkatkan loyalitas dan kepercayaan merek. Ini merupakan cara branding produk yang sangat kuat memberikan pengendalian penuh pada pemirsa. Namun untuk dapat melakukan hal ini, kita harus memahami “paint point” dari para pengguna.

Hubungan emosional mendorong pembicaraan.

Percakapan adalah tujuan utama video sosial. Dengan cara lain Anda dapat membangun hubungan emosional yang kuat dengan pemirsa. Percakapan adalah dengan cara mengikat bisnis dengan pesan yang berkaitan dengan masalah publik atau sosial.

Cara branding produk seperti ini dapat dikatakan seperti saran menggunakan produk dari para penyiar radio, atau melalui seleb sosmed. Teknik branding seperti ini dapat meningkatkan awareness secara cepat dan efektif, jika dilakukan sesuai dengan syarat viralnya suatu konten, yakni : mengejutkan dan menyentuh emosional pemirsa.

Ambil, misalnya, rangkaian video sosial yang agak mengejutkan dan memiliki pesan kuat yang dikeluarkan oleh AT & T untuk menyoroti konsekuensi mengerikan dari SMS sambil mengemudi. Sebagai bagian dari kampanye “It Can Wait“, AT & T menyewa pembuat film terkenal Werner Herzog untuk menciptakan video sosial yang berdampak emosional tentang bahaya dari SMS sambil mengemudi yang  mematikan.

Dengan lebih dari 3 juta tampilan dan lebih dari 3.000 komentar, AT & T sudah pasti memulai percakapan dengan video sosial yang hebat ini.

Anda tidak harus memiliki merek besar untuk mendapatkan keuntungan dari kekuatan video sosial. Luangkan waktu untuk meneliti bagaimana Anda dapat secara otentik mengikat merek Anda ke dalam cerita yang hebat dan mengembangkan serangkaian video yang dapat membantu mendorong bisnis Anda.

Bagaimana Cara Pemasaran Digital Yang Efektif?

Kesimpulan:

Video sosial berbeda dengan video komersial, dimana video sosial berisi pesan yang kuat dari para pengguna. Selain itu, video sosial harus lebih dekat dengan kebiasaan para pengguna. Dengan mempelajari “kebutuhan utama” dan mengkombinasikannya dengan unsur kejutan dan perasaan emosi tertentu, konten video sosial dapat lebih efektif sebagai cara branding produk.

Anda dapat duduk bersama dengan konsultan digital marketing anda untuk mendiskusikan tema apa yang akan diangkat. Misal, untuk produk elektronik, anda dapat menggunakan testimonial perbandingan memakai produk lama dan produk baru dan apa keuntungannya.

Semoga bermanfaat..

Pin It on Pinterest

Share This